Kamis, 02 Oktober 2014

Waktu datang silih berganti, detik pergi tak kembali. Idul Fitri Usai, Idul Adha menghampiri.   Dalam momentum bulan Dzulhijjah yang mulia ini, setidaknya terangkum tiga syi’ar kaum muslimin se-dunia, yakni shalat Hari Raya Idul Adha, ibadah Kurban dan ibadah Haji. Seluruh kaum muslimin menyambutnya dengan takbir, tahmid dan tahlil, sebagai ungkapan rasa syukur dan suka cita atas banyak nikmat yang telah Allah Swt anugerahkan. Diantara nilai-nilai yang dapat kita ambil dari dalam momentum ini, adalah memahami esensi ibadah kurban.
Kurban berasal dari bahasa Arab, secara gramatikal merupakan isim mashdar (kata dasar) dari qaruba-yaqrubu-qurbaan, jama’ (plural)-nya qaraabiin. Secara etimologi, kurban bermakna dekat. Sedangkan makna secara terminologi artinya mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui ibadah tertentu, khususnya melalui sembelihan (azd-dzabaa’ih). Sedangkan, kurban dalam perspektif fikih -sebagaimana yang masyhur dipahami oleh masyarakat- adalah Udh-hiyyah yang artinya sebutan hewan yang disembelih pada waktu dhuha, yaitu ketika matahari naik sepenggalah, berupa onta, sapi, kambing dan domba pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq (10-13 Dzulhijjah), lalu dibagikan kepada fakir miskin dan dhua’afa’, dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Hukum kurban menurut jumhur ulama adalah sunnah muakkadah (yang sangat dianjurkan), seperti dikemukakan oleh Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad. Hukum kurban ini berlaku untuk Muslim yang mukim, musafir, orang haji, laki-laki dan perempuan, tua dan muda. Dasar hukum pensyari’atannya dapat kita lihat di dalam Al-Quran; “Sesungguhnya Kami telah memberimu ni’mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhan-mu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah)”. (QS. Al-Kautsar [108]: 1-3)
Ayat di atas, memerintahkan kita untuk men-tauhid-kan Allah Swt, melalui shalat dan berkurban, sebagai manifestasi rasa syukur, atas banyak nikmat yang telah Allah Swt anugerahkan kepada kita. Sehingga kemudian, kita berhak mendapatkan rahmat-Nya dan dimasukkan ke dalam telaga al-kautsar dan syurga-Nya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah r.a, dalam Kitab Majmu’ Fatawa-nya (jil.16/hal.531-532), ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan: “Allah Swt memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini, yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Swt, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Swt”.

Dalam hal kurban, Rasulullah Saw yang merupakan suri teladan terbaik kita, tidak hanya menganjurkan, tapi juga mengaplikasikannya langsung, bahkan menghadiahkan domba kepada beberapa kepala suku untuk menjadi contoh dan panutan bagi sukunya. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi Saw pernah berqurban dengan 100 ekor onta. Oleh karena itu Rasulullah Saw, mengecam keras kepada orang yang mampu, namun enggan berkurban; “Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berkurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami”. (HR. Ahmad, no.8256; Ibnu Majah, no.3123)
Selain dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt, keutamaan ibadah kurban akan mendapatkan keridhaan dari Allah Swt, sehingga terbentuk pribadi yang bertaqwa. Allah Swt berfirman: “Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketaqwaan kamu…”. (QS. Al-Haj [22]: 37). Selain itu kurban termasuk ibadah yang paling utama, sehingga Al-Quran menggandengkan ibadah kurban dengan ibadah shalat yang merupakan rukun Islam kedua, sebagaimana dalam surat Al-Kautsar ayat 2.

Sungguh beruntunglah orang yang memiliki kemampuan, lalu ia berkurban. Namun ironisnya, tidak sedikit orang yang digerogoti sifat kikir dan bakhil yang diselimuti oleh hawa nafsu, diperparah lagi dengan budaya kehidupan yang semakin berorientasi individualis dan materialis. Sehingga dimensi kemiskinan bukan hanya bermakna, kaum dhu’afa yang tidak memiliki harta. Justru mereka yang kaya harta, namun tak tergerak berkurban dan peduli terhadap sesama, hakikatnya jauh lebih miskin dan dhu’afa dalam hal kebaikan, sehingga jauh dari rahmat dan keberkahan Allah Swt.

Manifestasi Ketaatan dan Kepedulian
Secara historis, ibadah kurban mengingatkan kita mengenai nilai-nilai edukasi dari keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihimussalam dalam ketaatan kepada perintah Allah Swt secara totalitas, tanpa berdalih dengan argumentasi yang menolak. Ketika Allah Swt memerintahkannya untuk menyembelih putra kesayangannya semata wayang yang beranjak remaja. Orang tua mana yang tidak berat dan sedih dalam menerima ujian berat seperti ini, namun inilah manifestasi (perwujudan) dari keimanan dan ketakwaan kepada Rabb semesta alam. Yang cukup menarik, terjadi dialog antara keduanya;  “Ibrahim berkata: ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’". (QS. Ash-Shaffat [37]: 102. Maka setelah teruji tekad Nabiyullah Ibrahim dan putranya, dalam melaksanakan perintah Sang Khalik, maka Allah Swt menggantinya dengan seekor sembelihan yang besar. Karena ketaatan, perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim, maka Allah SWT memberinya gelar Khalilullah atau Khalilur Rahman, artinya Kekasih Allah Swt. Peristiwa tersebut menjadi tonggak dan teladan ibadah qurban yang kita lakukan sekarang ini.

Oleh karenanya, ibadah kurban memberikan pelajaran bagi kita, jika ingin diridhai dan dicintai oleh Allah Swt, maka harus buktikan pengorbanan dan perjuangan dalam ketaatan melaksanakan perintah-Nya, dengan sami’na wa-atha’na (kami mendengar dan kami taat) mengikuti syari’at Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw, tanpa keraguan dan keengganan.

Secara filosofis ibadah qurban sebagai simbol penyembelihan terhadap sifat-sifat hewani atau kebinatangan yang ada pada diri kita. Berupa sifat bakhil, rakus, egoisme, cinta berlebihan terhadap harta, jabatan, kekuasaan atau berburuk sangka, munafik, zhalim dan bermaksiat serta berbagai penyakit lainnya. Oleh karenanya, jangan hanya memaknai ibadah kurban sebatas seremonial rutinitas ritual formal. Semangat  kurban juga harus menjadi pemicu lahirnya pribadi dan bangsa berempati sosial yang tinggi, sehingga persoalan kemiskinan, kekurangan pangan, air, listrik dll, akan segera terentaskan.  Dengan berempati dan peduli, kita merasakan denyut penderitaan dan kesusahan orang lain. Sehingga terbentuklah kepribadian insan kamil, yang membangun keseimbangan hubungan kepada Allah (hablumminallah) dan hubungan sesama manusia (hablumminannas), serta tumbuhnya ketajaman hati, pikiran dan perasaan sosial. Multidimensinya persoalan umat dan bangsa, jika berusaha mengimplentasikan syari’at Islam, sebagai bentuk ketaatan atas perintah Allah Swt, akan menjadi solusi kongret atas semua realitas.

Ibadah kurban juga, memberikan pelajaran kepada kita bahwasanya manusia tidak layak untuk dikorbankan. Oleh karenanya, Allah mengganti Ismail dengan hewan sembelihan. Hal ini memberikan makna, berarti manusia memiliki harkat dan martabat yang tinggi dan tidak pantas untuk dikorbankan, dalam pengertian dijajah, dijual, dihina atau segala perbuatan yang merendahkan derajat manusia. Merujuk kepada pembukaan UUD 1945, menyebutkan bahwa segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Oleh karenanya, jangan ada penindasan antara yang satu dengan yang lain, apalagi berkesewenangan atas kekuasaan. Oleh karenanya pemerintah harus melindungi kemerdekaan rakyatnya, dengan mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran. Maka dengan momentum kurban, kita semua diharapkan mau berkorban untuk melawan segala egoisme dan mau berkorban untuk kepentingan agama, bangsa dan Negara. Bukan justru mengorbankan orang lain, bangsa dan negara untuk kepentingan hawa nafsu pribadi dan kelompoknya.

Pada  akhirnya, dalam momentum Hari Raya Idul Adha, ibadah Kurban dan ibadah Haji, yang merupakan syiar kebahagiaan kaum muslimin se-dunia, semakin menginternalisasikan nilai-nilai ketaatan kepada Allah Swt dalam manjalankan syariat Rasulullah Saw secara kaffah pada seluruh dimensi kehidupan. Serta semakin mengasah kepekaan sosial, meningkatkan bangunan ukhuwah Islamiyah, persatuan, kepedulian dan solidaritas umat, demi terwujudnya izzul Islam wal-muslimin. Sehingga dirasakan Islam sebagai agama yangrahmatan lil’alamin di muka bumi. 

Muhammad Zaini, S.Kom.I
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta
Dewan Pengawas Forum Komunikasi Mahasiswa Kepulauan Riau (FORMAKRI) Jakarta

0 komentar:

Posting Komentar

Site search

    Most Viewed

    DOKUMENTASI KEGIATAN

     photo IMG_8281_zpsca62fcf1.jpg" />  photo IMG_8219_zpsebc861ab.jpg" />  photo IMG_8248_zpse073901f.jpg" />  photo IMG_8263_zpsd9eb90a4.jpg" />  photo 10426799_638337532916182_5484792308582205800_n_zpsd9523f98.jpg" />  photo 10250227_10201013365215141_25735085492743884_n_zpsdfa1fefb.jpg" />  photo IMG_8279_zpsc0205111.jpg /> SMK Kesehatan Amanah Husada photo 10704054_1469055396703500_1956008096557276855_n_zps82573051.jpg" /> SMK Kesehatan Amanah Husada photo 1238997_642449862443561_751164459_n_zpsed5e0c85.jpg" /> SMK Kesehatan Amanah Husada photo 1604467_687213998028535_2136344001565546235_n_zps0ba8e53f.jpg" /> SMK Kesehatan Amanah Husada photo 149369_4678974710543_8926531714751967799_n_zpsf3b4b4af.jpg" /> SMK Kesehatan Amanah Husada photo 406335_371629429571895_1425540720_n_zpse6d15991.jpg" />  photo n2_zpscedf3029.jpg" />  photo n5_zps1b0e9a07.jpg" />  photo n1_zps960b4fdc.jpg" />  photo n3_zps061a6914.jpg" />  photo IMG_20141023_125152_zpsb878e4e1.jpg" />  photo 10414453_683892545027347_2363782841499240901_n_zpse3464e22.jpg" />  photo 10428472_687573184659283_7049797716140929296_n_zps75943aa2.jpg" />  photo don_zps66b4107b.jpg" />  photo P7170216_zpse9692883.jpg" />  photo 10464410_681561381927130_2197933600461464585_n_zps54f35868.jpg" />  photo P7150049_zps58e3c6fe.jpg" />  photo P6060350_zpscd497909.jpg" />  photo P6060335_zps2d708974.jpg" />  photo P6060341_zps2c9c905e.jpg" />  photo P7150014_zps90142b08.jpg" />  photo DSCF0450_zpsc9ec1034.jpg" />  photo IMG_20130824_150750_zpse020e332.jpg" />  photo IMG_20130828_203034_zpsadc1d158.jpg" />  photo IMG01353-20140422-1125_zpsa955ad90.jpg" />  photo IMG00728-20140211-1605_zpscae8815a.jpg" />  photo IMG_20130910_175053_zpscf9c48b4.jpg" />  photo 2013-01-15123303_zps3adfe997.jpg" />  photo 2013-03-01085225_zps5ac161c9.jpg" />  photo DSCF0353_zpsfbe29a8e.jpg" />  photo DSCF0255_zps70d3c28d.jpg" />  photo DSCF0269_zps055895ad.jpg" />  photo 2014-01-22082033_zps90b12f87.jpg" />  photo 11022013005_zpsd80de2b8.jpg" />  photo 2014-01-22080110_zps34041af3.jpg" />  photo 2013-01-15123345_zps9e91d17e.jpg" />  photo 2012-12-21102606_zpsaa8084fc.jpg" />  photo SAM_2876_zpsed3aa4d8.jpg" />  photo P9220122_zps3af158c5.jpg" />  photo 1340_3208jpg_zpsc2793d18.jpeg" />  photo P9220151_zpsb15d6ced.jpg" />  photo P9220090_zps5cc21a6e.jpg" />  photo P9220165_zps9da83193.jpg" />  photo 10426799_638337532916182_5484792308582205800_n_zpsd9523f98.jpg" />  photo 10403643_1502944033274446_6026779843732864812_n_zps3c77f181.jpg" />  photo 1779152_587226691360600_890922827_n_zps9255127d.jpg" />  photo 10450837_690954300987838_4186451458288298117_n_zpsa3a63ea7.jpg" />  photo 10418185_694590487290886_1441304336599827765_n_zpscfb8aaa3.jpg" />  photo 10250227_10201013365215141_25735085492743884_n_zpsdfa1fefb.jpg" />  photo bung-karno_zps00713e8d.jpg" />  photo 10414638_685117991571469_5434067804690704569_n_zps364535e4.jpg" />  photo 10359410_681145978635337_5569345339855338703_n_zps9cbedcc9.jpg" />  photo 10414453_683892545027347_2363782841499240901_n_zps9c1f275d.jpg" />  photo 1932369_681145281968740_7614338468394882381_n_zpsf0844def.jpg" />  photo 1908406_685117951571473_7726508496526289822_n_zpsf9c23771.jpg" />  photo 1662320_685118541571414_9111852935514563041_n1_zpsfa142139.jpg" />  photo 1654126_278445662339719_6494091209504694529_n_zps3ac1428c.jpg" />  photo 10644902_1525425821026267_7138398122127649244_n_zps2572621c.jpg" />  photo 10620699_278446075673011_8656118012458259951_n_zps4839c9c5.jpg" />  photo 10701934_294335114084107_6528506109308040591_n_zps441a39dd.jpg" />  photo 10628302_685117954904806_4650668956319010499_n_zpscceecf59.jpg" />  photo 10620612_681562128593722_866124745239978693_n_zps1ae554b8.jpg" />  photo 10629710_278445789006373_7219651293568506483_n_zps414a1021.jpg" />  photo 10556350_685118554904746_6448014567270293638_n_zps7f178ef2.jpg" />  photo 10593122_681145301968738_1993795391353480064_n_zps4f1de6f6.jpg" />  photo P9220043_zps50f83a08.jpg" />  photo 10428472_687573184659283_7049797716140929296_n_zpse0b602b4.jpg" />  photo IMG_20141110_074537_zpse7fe76b0.jpg" />  photo IMG_20141110_075151_zpsa6f01568.jpg" />

    ALAMAT

    SMK KESEHATAN AMANAH HUSADA BANTUL
    Jl. Ngipik Raya No. 493 Karang Turi Baturetno Banguntapan Bantul Yogyakarta

    SMK KESEHATAN AMANAH HUSADA PEMALANG
    Jl. Pemuda No. 95 Pemalang Jawa Tengah