Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juni 2015

Edaran Informasi

Posted by Unknown On 08.11 1 comment
Nomor       : 388/SMKKAH/VI/2015
Hal             : Edaran Informasi
Sifat           : Penting
Lampiran   : - 

Kpd Yth.
1. Keluarga Besar Amanah Husada
2. Pemerhati pendidikan
3. Praktisi pendidikan
4. Masyarakat umum
di_
            Tempat

SALAM SEHAT...

Bersama surat ini kami informasikan kepada seluruh keluarga besar SMK Kesehatan Amanah Husada, praktisi dan pemerhati pendidikan maupun masyarakat umum bahwasanya SMK Kesehatan Amanah Husada Banguntapan Bantul TIDAK MEMBUKA CABANG di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Apabila ada oknum yang mengatasnamakan SMK Kesehatan Amanah Husada dengan alamat yang berbeda dari lokasi KANTOR PUSAT saat ini (Jl. Ngipik Raya No. 493 Baturetno Banguntapan Bantul) dimohon untuk segera menginformasikan kepada kami untuk segera kami tindaklanjuti melalui jalur-jalur yang seharusnya. 

Demikian surat edaran informasi ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami mengucapkan terimakasih.

SALAM SEHAT...

Bantul, 12 Juni 2015
Kepala SMK Kesehatan
Amanah Husada



Abdul Gani, S.Pd.I
                                                                                                                                     disalin dari aslinya

Kamis, 11 Juni 2015

Pendaftaran            : 1 Mei - 11 Juli 2015



Untuk Tes Tertulis, Pemberkasan, Cek Kesehatan serta Pengumuman serta pelaksanaan MOS sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh panitia saat pendaftaran berlangsung.

Selasa, 02 Juni 2015


Berikut daftar nama calon siswa/siswi SMK Kesehatan Amanah Husada yang lolos seleksi Minat dan Prestasi

No. Pend Nama Asal Sekolah
31 Ainun Karohmah SMP Muh 9 YK
12 Alfi Kurnia Septiane SMP Muh 3 YK
18 Alfina Berliana Damayanti SMP Muh I Prambanan
10 Anggi Prihatinawati SMP Muh 9 YK
39 Ani Astuti SMP N I Pathuk
54 Anisa Hidayatul Jannah MTS N Piyungan
56 Anisa Melyana SMP Muh 7 YK
23 Anisa Nur Aini SMP Muh Pleret
58 Anisah Latifah Dahlan SMP Muh I KLB
35 Asha Salsabilla W SMP N 10 Yogyakarta
5 Candra Hidayatus S SMP Muh Kasihan
52 Dena Elis Setyawati SMP N 3 Berbah
15 Destianawatara SMP N 2 Pleret
25 Devi Kristinovitasari SMP Angkasa
24 Devi Nur Fitriana MTS N Lab UIN
9 Dheny Arfika Utami SMP N I Dlingo
37 Dian Kurniyanti SMP N 3 Pleret
7 Dita Rahmawati MTS N Lab UIN
40 Eka Indriyani SMP Muh Pleret
42 Ellyn Fitriyani MTS N Yogyakarta
11 Endah Tri Wahyuni MTs N Sleman Kota
2 Erfina Afriyanti SMP N 2 Banguntapan
47 Erva Yulia Tri pramesti SMP N I Pathuk
32 Evi Kristianti SMP Pembangunan
36 Farisa Mega Erninoa SMP Muh 3 YK
38 Fifi Meilani MTS Mahad Islamy
21 Firly Fardilla SMP N 2 Sewon
50 Gandes Aura Eza Falakh SMP N 4 Depok
30 Indah Eka Saputri SMP Muh 3 YK
46 Indriana SMP N 2 Pundong
34 Intan Nilam Sari SMP Muh 5 YK
28 Intan Purnamasari SMP Muh I Prambanan
4 Intan Suryaning Pratiwi SMP N I Pathuk
41 Intan Tehtiyana SMP N I Dlingo
51 Laila Kholifatunnisa SMP N I Siwalan
44 Lisna Aditya SMP N 2 Borobudur
60 Nanda Restu Setyawati MTS N Piyungan
26 Nara Dwi Febriyani SMP Angkasa
3 Nor Pita Sari SMP Muh 9 YK
20 Nurrohaya Ramasari SMP Muh 9 YK
8 Nurul Barokah Awalina SMP PGRI 3 Marga
49 Rahmah Yulisawati SMP PGRI Panjatan
53 Reza Septiani Fiqri MTS N 2 YK
43 Rida Nuraini MTS N sumberagung
13 Rismawati MTS Al Mahali
57 Riza Nur Indah Utami SMP N I Pathuk
16 Rizky Nur Hanifah MTS N Yogyakarta
55 Sellys Priza SMP N I Pathuk
19 Shelma Nurjannah SMP Muh 3 YK
59 Silvia Dina Larasati SMP N 2 Sewon
48 Sintya Dwi Nurrohmah SMP N I Dlingo
29 Tika Fitri Wulandari SMP N I Dlingo
22 Tri Febriana MTS Lab UIN
27 Tri Haryanti SMP Muh Pleret
14 Umi Ayu Endah S SMP Muh Pleret
6 Vania Ailsa C R A SMP Muh 9 YK
1 Vanny Nur Trisnawati SMP N I Pathuk
17 Widyastuti Triska Prawesti MTS Al Mahali

Kepada nama tersebut di atas untuk segera melengkapi berkas dan kelengkapan administratif lainnya. Bagi nama yang belum tercantum dalam daftar di atas dapat mengikuti tes seleksi masuk SMK Kesehatan Amanah Husada sesuai jadwal.
Demikian pengumuman dan informasi ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami mengucapkan terimakasih.

Panitia PPDB SMK Kesehatan
Amanah Husada Banguntapan




Wuri Handayani, S.Sos

Selasa, 07 April 2015




Cengkeh dipercaya dapat membantu mengatasi jerawat yang ada di wajah. Sebagai tumbuhan yang hidup pada iklim tropis, cengkeh memiliki kandungan zat yang memilki khasiat sebagai analgesic dan antiradang. Cengkeh juga memilki khasiat untuk membantu membersihkan kuman atau sebagai antiseptic. Walaupun ada banyak manfaat yang terkandung di dalam cengkeh, mungkin belum banyak produk penghilang jerawat yang menambahkan cengkeh sebagai bahan baku pembuatnya.
Anda tidak perlu menumbuk cengkeh dan menggunakannya sebagai maskerwajah karena cengket sudah banyak dikemas dalam bentuk minyak. Minyak cengkeh juga memiliki manfaat sebagai pereda rasa nyeri saat sakit gigi. Jika Anda memilki jerawat di wajah produk ini bisa membantu untuk mengempiskan jerawat. Caranya oleskan minyak cengkeh pada jerawat dengan bantuan kapas.
Ada beberapa hal yang penting untuk Anda perhatikan tentang penggunaan minyak ini. Yaitu jangan terlalu banyak menuangkan minyak cengkeh pada jerawat di wajah Anda karena sifat minyak cengkeh yang agak keras. Dan jangan gunakan secara bersamaan saat Anda sedang melakukan terapi anti jerawat lain.
Bagi Anda yang alergi dengan obat maka jangan menggunakan minyak cengkeh langsung pada wajah. Terlebih dahulu cobalah dengan meteteskan minyak cengkeh di tangan Anda untuk melihat reaksi yang timbul. Jika tidak ada reaksi alergi maka Anda bisa menggunakan pada jerawat yang berada di wajah Anda. Beberapa masalah wajah lain seperti komedo juga bisa Anda diatasi menggunakan minyak cengkeh.


Selasa, 24 Maret 2015

Lempar Lembing, Mata Pelajaran Penjaskes

Posted by GSNI Mania On 19.20 1 comment
Lempar lembing merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Penjaskes. Lempar lembing memiliki manfaat untuk melatih otot tangan, kaki, pinggang dan dagu. Olahraga ini juga masuk ke dalam jenis olahraga yang membutuhkan kekuatan fisik.

Senin, 23 Maret 2015

Daun Seledri yang memiliki nama lain Apium graveolens . L  memang sudah banyak digunakan sebagai penyedap masakan. Sebenarnya di dalam daun ini terdapat banyak manfaat yang bisa menguntungkan bagi kesehatan tubuh. Ekstrak daun seleri berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi dan bisa juga sebagai anti cemas, manfaat lain yang akan Anda dapatkan yaitu sebagai obat herbal penurunkan kolesterol jahat.
Selsediri merupakan sebuah tanaman yang memiliki banyak kandungan asam amino, asam lemak esensial , klorin juga kalsium, selain itu masih banyak kandungan lain yang di miliki daun ini. Kandungan lain yang ada di dalam daun seledri  yaitu berbagai vitamin yang sangat bermanfaat antara lain vitamin A , B1, B5, B6 juga vitamin C, juga beberapa vitamin lain .
Kandungan vitamin terbanyak yang bisa didapatkan dari daun seleri ini yaitu vitamin C. Viatamin C sangat bermanfaat  dan berkhasiat menurunkan hipertensi atau tekanan darah tinggi, selain itu juga akan bemanfaat sebagai anti cemas, penurunkan kolesterol jahat serta  pencegah berkembangnya sel-sel kanker.

Kalsium yang terkandung di dalamnya yang cukup tinggi juga dapat bermanfaat sebagai bahan penenang saraf.  Dan yang terpenting seluruh bagian ini termasuk benih, akar dan daunnya bisa Anda manfaatkan.

Kamis, 19 Maret 2015

Persiapan Ujian Praktek Kelas XII

Posted by GSNI Mania On 18.12 1 comment
Ujian praktek merupakan bagian dari salah satu aspek kelulusan. Untuk itu dibutuhkan persiapan yang maksimal.
Namun ujiak praktek bukanlah penentu utama kelulusan siswa, masih ada ujian sekolah dan ujian nasional yang menjadi pertimbangan lain kelulusan para siswa.

Jumat, 20 Februari 2015


Kamis, 27 November 2014

SOLMISASI atau yang lebih dikenal dengan tangga nada yang kemudian menjadi dasar dari notasi musik ini ternyata ditemukan oleh para ilmuwan Arab. Fakta penting ini diungkapkan pertama kali oleh Jean Benjamin de La Borde, seorang ilmuwan dan komponis Perancis, dalam bukunya Essai sur la Musique Ancienne et Moderne (1780). 
Dalam bukunya itu La Borde secara alfabet menyebut notasi musik yang diciptakan oleh sarjana Muslim. Notasi itu terdiri atas silabels (yang kita kenal sebagai solmisasi) dalam abjad Arab, yaitu Mim Fa Shad La Sin Dal Ra. Menurut La Borde, notasi abjad Arab ini kemudian ditransliterasikan oleh ilmuwan Eropa ke dalam bahasa Latin, yang entah bagaimana diklaim sebagai himne St. John.

Transliterasi ini digunakan pertama kali oleh pemusik Italia Guido Arezzo (995-1050) yang terkenal dengan teori Guido’s Hand-nya. Program British Channel 4 yang menayangkan acara sejarah musik mengatakan bahwa Guido-lah pencipta sistem solmisasi, tanpa sedikit pun mengungkapkan fakta temuan oleh ilmuwan Muslim. Namun, La Borde tidak sendirian. Komposer Eropa lain, Guillaume-André Villoteau (1759-1839), mengambil sikap seperti La Borde, yakni mengakui bahwa solmisasi adalah ciptaan orang-orang ilmuan Arab.

La Borde melakukan penelitian dengan cara membanding-bandingkan antara notasi yang berasal dari Guido’s Hand dengan notasi berabjad Arab. La Borde sampai pada kesimpulan bahwa Guido’s Hand tidak lebih contekan Guido Arezzo dari sistem notasi yang ditemukan oleh sarjana Arab.

Secara fisik, tampilan solmisasi berabjad Arab itu berfungsi sebagai model yang ditiru oleh Guido Arezzo,” tulis La Borde. Ia kemudian membuat monograf yang menampilkan perbandingan yang kritis antara model solmisasi temuan ilmuwan Arab dan solmisasi yang dibuat Guido Arezzo yang kemudian diakui sebagai notasi musik hingga kini.


Notasi Arab
Notasi Arab digunakan sejak abad ke-9, yaitu ketika ahli-ahli musik Muslim seperti Yunus Alkatib (765) dan Al-Khalil (791), peletak dasar sistem persajakan dan leksikografi Arab, yang diikuti oleh Al-Ma’mun (wafat 833) dan Ishaq Al-Mausili (wafat 850), memperkenalkan sistem notasi dalam bermusik dalam bukunya yang terkenal di Barat, Book of Notes and Rhythms dan Great Book of Songs, selain Kitab Al-Mausiqul Kabir-nya Ibn Al-Farabi (872-950).

Temuan Al-Ma’mun dan Al-Mausili diteliti dan dikembangkan oleh Abu Yusuf bin Ishaq Al-Kindi (801-874), Yahya ibn Ali ibn Yahya (wafat 1048), Ahmad Ibn Muhammad As-Sarakhsi (wafat1286), Mansur Ibn Talha bin Tahir, Thabit ibn Qurra (wafat 1288), dan ilmuwan Muslim lainnya. Dominucus Gundissalinus (wafat 1151) dan The Count Souabe Hermanus Reichenau, dua ahli musik Barat, meneliti dan mengembangkan temuan Al-Kindi. Selain itu, teori-teori musik yang diciptakan Ibnu Sina dan Ibnu Rushd juga berpengaruh pada perkembangan musik Eropa sebagaimana teori-teori mereka dalam ilmu kedokteran.

Sebelum Guido Arezzo mengklaim notasi musik dengan Guido’s Hand-nya, teori musik telah berkembang pesat di Spanyol melalui Ziryab (789-857), pemusik andal dan ahli botani yang hijrah dari Baghdad, dan Ibn Firnas (wafat 888) yang memperkenal musik oriental kepada masyarakat Spanyol dan mengajarkannya untuk pertama kali di sekolah-sekolah di Andalusia.

Guido, Murid Constantine Afrika
Soriano, seorang peneliti musik asal Spanyol, mengungkapkan fakta tentang Guido Arezzo. Pemusik yang dianggap sebagai penemu notasi musik itu mempelajari Catalogna, sebuah buku teori musik berbahasa Latin yang memuat temuan-temuan di bidang musik oleh ilmuwan Arab.

Hunke, peneliti lain, menulis bahwa notasi abjad Arab yang membentuk notasi musik ditulis dalam Catalogna pada abad ke-11 dan diterbitkan di Monte Cassino, sebuah daerah di Italia yang pernah dihuni oleh komunitas Arab dan tempat yang pernah disinggahi Constantie Afrika, ilmuwan Muslim asal Tunisia yang masuk ke Italia melalui Salerno. Salah satu ilmu yang diajarkan oleh Constantine Afrika kepada orang-orang barbar dan terbelakang di Salerno adalah musik. Semua terjemahan yang dilakukan Constantine Afrika terhadap buku-buku temuan ilmuwan Muslim memang menjadi acuan para pelajar Eropa.

Apalagi, Constantine juga membuka kesempatan kepada mereka untuk belajar ke Spanyol, yang ketika itu sedang diramaikan oleh kuliah musik dengan guru besar para ilmuwan/musikus Muslim seperti Ziryab dan Ibn Farnes. Banyak pelajar lulusan sekolah musik di Spanyol berasal dari Italia, salah satunya adalah Gerbert Aurillac (wafat 1003), yang kemudian dikenal sebagai peletak dasar musik di negara-negara Eropa dan melahirkan banyak pakar musik Barat.

Senin, 24 November 2014

BERDIKARINEWS.com – Sadarkah, kalau selama ini kamu sering belajar dengan cara yang salah? Sebagian besar dari kita memiliki kebiasaan belajar yang buruk.
Bukannya menempel di kepala, materi yang dipelajari justru menguap begitu saja. Nah, kenali cara-cara belajar yang salah berikut.


Begadang
Siapa yang tidak pernah seperti ini? Belajar pakai sistem SKS (Sistem Kebut Semalam), bahkan sampai lewat tengah malam.
Cara belajar seperti ini justru tidak efektif, sebab tubuhmu kelelahan. Kamu perlu istirahat yang cukup agar otak bisa bekerja maksimal dalam mengingat pelajaran.
Menggarisbawahi kalimat
Menggarisbawahi kalimat penting di catatan atau buku teks memang bisa membuatmu mengetahui materi mana yang paling penting. Tetapi seringnya kita menggarisbawahi terlalu banyak kalimat. Kalau seperti ini sama saja kamu tidak meringkas apapun.
Mencatat segala hal
Mencatat materi itu memang penting untuk membantumu belajar. Tetapi pastikan mencatat yang benar-benar penting saja. Tidak perlu setiap detail kamu catat.
Menghapalkan
Daripada menghapalkan catatan atau materi di buku teks, lebih baik kamu memahami konsepnya dan membahasakan dengan kalimatmu sendiri. Ini akan membuatmu lebih mudah mengingat.[tsr](Merdeka)
Reporter : Tantri Setyorini

Jumat, 24 Oktober 2014

Kerajan Tarumanegara

Posted by Unknown On 23.18 No comments

Artikel ini bagian dari seri
Sejarah Indonesia
Sejarah Indonesia.png
Lihat pula:
Garis waktu sejarah Indonesia
Sejarah Nusantara
Prasejarah
Kerajaan Hindu-Buddha
Kutai (abad ke-4)
Tarumanagara (358–669)
Kalingga (abad ke-6 sampai ke-7)
Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-13)
Sailendra (abad ke-8 sampai ke-9)
Kerajaan Medang (752–1006)
Kerajaan Kahuripan (1006–1045)
Kerajaan Sunda (932–1579)
Kediri (1045–1221)
Dharmasraya (abad ke-12 sampai ke-14)
Singhasari (1222–1292)
Majapahit (1293–1500)
Malayapura (abad ke-14 sampai ke-15)
Kerajaan Islam
Penyebaran Islam (1200-1600)
Kesultanan Samudera Pasai (1267-1521)
Kesultanan Ternate (1257–sekarang)
Kerajaan Pagaruyung (1500-1825)
Kesultanan Malaka (1400–1511)
Kerajaan Inderapura (1500-1792)
Kesultanan Demak (1475–1548)
Kesultanan Kalinyamat (1527–1599)
Kesultanan Aceh (1496–1903)
Kesultanan Banten (1527–1813)
Kesultanan Cirebon (1552 - 1677)
Kesultanan Mataram (1588—1681)
Kesultanan Siak (1723-1945)
Kesultanan Pelalawan (1725-1946)
Kerajaan Kristen
Kerajaan Larantuka (1600-1904)
Kolonialisme bangsa Eropa
Portugis (1512–1850)
VOC (1602-1800)
Belanda (1800–1942)
Kemunculan Indonesia
Kebangkitan Nasional (1899-1942)
Pendudukan Jepang (1942–1945)
Revolusi nasional (1945–1950)
Indonesia Merdeka
Orde Lama (1950–1959)
Demokrasi Terpimpin (1959–1965)
Masa Transisi (1965–1966)
Orde Baru (1966–1998)
Era Reformasi (1998–sekarang)
Prasasti Tugu di Museum Nasional
Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4hingga abad ke-7 M. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan, terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.

Etimologi dan Toponimi

Kata tarumanagara berasal dari kata taruma dan nagara. Nagara artinya kerajaan atau negara sedangkan taruma berasal dari kata tarumyang merupakan nama sungai yang membelah Jawa Barat yaitu Citarum. Pada muara Citarum ditemukan percandian yang luas yaituPercandian Batujaya dan Percandian Cibuaya yang diduga merupakan peradaban peninggalan Kerajaan Taruma. [1] [2]

Sumber Sejarah

Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada, tidak ada penjelasan atau catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya mendirikan kerajaan Tarumanegara. Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.
Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui dengan tujuh buah prasasti batu yang ditemukan. Lima di Bogor, satu di Jakarta dan satu diLebak Banten. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara.

Prasasti yang ditemukan

  1. Prasasti Kebon Kopi, dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917), ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig, CiampeaBogor
  2. Prasasti Tugu, ditemukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati sepanjang 6112 tombak atau 12km oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau.
  3. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul, ditemukan di aliran Sungai Cidanghiyang yang mengalir di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten PandeglangBanten, berisi pujian kepada Raja Purnawarman.
  4. Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor
  5. Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor
  6. Prasasti Jambu, Nanggung, Bogor
  7. Prasasti Pasir Awi, Citeureup, Bogor


Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane, Cianten dan Ciaruteun. Sampai abad ke-19, tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang.

Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan, dahulu merupakan sebuah "kota pelabuhan sungai" yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir.
Prasasti pada zaman ini menggunakan aksara Sunda kuno, yang pada awalnya merupakan perkembangan dari aksara tipe Pallawa Lanjut, yang mengacu pada model aksara Kamboja dengan beberapa cirinya yang masih melekat. Pada zaman ini, aksara tersebut belum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya sebagaimana yang digunakan naskah-naskah (lontar) abad ke-16.

Prasasti Pasir Muara

Di Bogor, prasasti ditemukan di Pasir Muara, di tepi sawah, tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman. Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya. Dalam prasasti itu dituliskan :
ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda
Terjemahannya menurut Bosch:
Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4), pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda.
Karena angka tahunnya bercorak "sangkala" yang mengikuti ketentuan "angkanam vamato gatih" (angka dibaca dari kanan), maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi.

Prasasti Ciaruteun

Prasasti Ciaruteun ditemukan pada aliran Ci Aruteun, seratus meter dari pertemuan sungai tersebut dengan Ci Sadane; namun pada tahun1981 diangkat dan diletakkan di dalam cungkup. Prasasti ini peninggalan Purnawarman, beraksara Palawa, berbahasa Sanskerta. Isinya adalah puisi empat baris, yang berbunyi:
vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam
Terjemahannya menurut Vogel:
Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara.
Selain itu, ada pula gambar sepasang "padatala" (telapak kaki), yang menunjukkan tanda kekuasaan &mdash& fungsinya seperti "tanda tangan" pada zaman sekarang. Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. Menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II, sarga 3, halaman 161, di antara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman terdapat nama "Rajamandala" (raja daerah) Pasir Muhara.

Prasasti Telapak Gajah

Dua arca Wishnu dari Cibuaya, Karawang, Jawa Barat. Tarumanagara sekitar abad ke-7 Masehi. Mahkotanya yang berbentuk tabung menyerupai gaya seni Khmer Kamboja.
Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi:
jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam
Terjemahannya:
Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa.
Menurut mitologi Hindu, Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur. Menurut Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I, sarga 1, gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra. Bahkan diberitakan juga, bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah.
Ukiran bendera dan sepasang lebah itu dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan di antara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai "huruf ikal" yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah, matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan). Keterangan pustaka dari Cirebon tentang bendera Taruma dan ukiran sepasang "bhramara" (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala "kemudaan" nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun.

Prasasti Jambu

Di daerah Bogor, masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Leuwiliang. Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris:
shriman data kertajnyo narapatir - asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam - padavimbadavyam arnagarotsadane nitya-dksham bhaktanam yangdripanam - bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam.
Terjemahannya menurut Vogel:
Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya; kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini, yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh, yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya), tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya.

Sumber berita dari luar negeri

Sumber-sumber dari luar negeri semuanya berasal dari berita Tiongkok.
  1. Berita Fa Hien, tahun 414M dalam bukunya yang berjudul Fa Kao Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti ("Jawadwipa") hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha, yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan "beragama kotor" (maksudnya animisme). Ye Po Ti selama ini sering dianggap sebutan Fa Hien untuk Jawadwipa, tetapi ada pendapat lain yang mengajukan bahwa Ye-Po-Ti adalah Way Seputih di Lampung, di daerah aliran way seputih (sungai seputih) ini ditemukan bukti-bukti peninggalan kerajaan kuno berupa punden berundak dan lain-lain yang sekarang terletak di taman purbakala Pugung Raharjo, meskipun saat ini Pugung Raharjo terletak puluhan kilometer dari pantai tetapi tidak jauh dari situs tersebut ditemukan batu-batu karang yg menunjukan daerah tersebut dulu adalah daerah pantai persis penuturan Fa hien[butuh rujukan]
  2. Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To-lo-mo ("Taruma") yang terletak di sebelah selatan.
  3. Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-lo-mo.
Dari tiga berita di atas para ahli[siapa?] menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara.
Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang Taruma.
Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon.

Kepurbakalaan Masa Tarumanagara

Candi Jiwa di situs Percandian Batujaya
No.Nama SitusArtefakKeterangan
1Kampung MuaraMenhir (3)
Batu dakon (2)
Arca batu tidak berkepala
Struktur Batu kali
Kuburan (tua)
2CiampeaArca gajah (batu)Rusak berat
3Gunung CibodasArcaTerbuat dari batu kapur
3 arca duduk
arca raksasa
arca (?)Fragmen
Arca dewa
Arca dwarapala
Arca brahmaDuduk diatas angsa
(Wahana Hamsa)
dilengkapi padmasana
Arca (berdiri)Fragmen kaki dan lapik
(Kartikeya?)
Arca singa (perunggu)Mus.Nas.no.771
4Tanjung BaratArca siwa (duduk) perungguMus.Nas.no.514a
5TanjungpriokArca Durga-Kali Batu granitMus.Nas. no.296a
6Tidak diketahuiArca RajaresiMus.Nas.no.6363
7Cilincingsejumlah besar pecahansettlement pattern
8Buniperhiasan emas dalam periuksettlement pattern
Tempayan
Beliung
Logam perunggu
Logam besi
Gelang kaca
Manik-manik batu dan kaca
Tulang belulang manusia
Sejumlah besar gerabah bentuk wadah
9Batujaya (Karawang)Unur (hunyur) sruktur bataPercandian
Segaran I
Segaran II
Segaran III
Segaran IV
Segaran V
Segaran VI
Talagajaya I
Talagajaya II
Talagajaya III
Talagajaya IV
Talagajaya V
Talagajaya VI
Talagajaya VII
10CibuayaArca Wisnu I
Arca Wisnu II
Arca Wisnu III
Lmah Duwur WadonCandi I
Lmah Duwur LanangCandi II
Pipisan batu

Naskah Wangsakerta

Penjelasan tentang Tarumanagara cukup jelas di Naskah Wangsakerta. Sayangnya, naskah ini mengundang polemik dan banyak pakar sejarah yang meragukan naskah-naskah ini bisa dijadikan rujukan sejarah.
Pada Naskah Wangsakerta dari Cirebon itu, Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395). Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali Gomati, sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga.
Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanagara yang ketiga (395-434 M). Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. Dinamainya kota itu Sundapura--pertama kalinya nama "Sunda" digunakan.
Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Tarumanagara adalah Suryawarman (535 - 561 M) Raja Tarumanagara ke-7. Pustaka Jawadwipa, parwa I, sarga 1 (halaman 80 dan 81) memberikan keterangan bahwa dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M), ayah Suryawarman, banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Tarumanagara. Ditinjau dari segi ini, maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya.
Rakeyan Juru Pengambat yang tersurat dalam prasasti Pasir Muara mungkin sekali seorang pejabat tinggi Tarumanagara yang sebelumnya menjadi wakil raja sebagai pimpinan pemerintahan di daerah tersebut. Yang belum jelas adalah mengapa prasasti mengenai pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu terdapat di sana? Apakah daerah itu merupakan pusat Kerajaan Sunda atau hanya sebuah tempat penting yang termasuk kawasan Kerajaan Sunda?
Baik sumber-sumber prasasti maupun sumber-sumber Cirebon memberikan keterangan bahwa Purnawarman berhasil menundukkan musuh-musuhnya. Prasasti Munjul di Pandeglang menunjukkan bahwa wilayah kekuasaannya mencakup pula pantai Selat Sunda. Pustaka Nusantara, parwa II sarga 3 (halaman 159 - 162) menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (sekarang Purbolinggo) di Jawa Tengah. Secara tradisional Cipamali (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat pada masa silam.
Kehadiran Prasasti Purnawarman di Pasir Muara, yang memberitakan Raja Sunda dalam tahun 536 M, merupakan gejala bahwa Ibukota Sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Hal ini berarti, pusat pemerintahan Tarumanagara telah bergeser ke tempat lain. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan Rajatapura atau Salakanagara (kota Perak), yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150 M. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I - VIII).
Ketika pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara, maka Salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada.
Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Dalam tahun 526 M, misalnya, Manikmaya, menantu Suryawarman, mendirikan kerajaan baru di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara. Perkembangan daerah timur menjadi lebih berkembang ketika cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh dalam tahun 612 M.
Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa.
Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sundayang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.

Raja-raja Tarumanagara menurut Naskah Wangsakerta

Raja-raja Tarumanegara
NoRajaMasa pemerintahan
1Jayasingawarman358-382
2Dharmayawarman382-395
3Purnawarman395-434
4Wisnuwarman434-455
5Indrawarman455-515
6Candrawarman515-535
7Suryawarman535-561
8Kertawarman561-628
9Sudhawarman628-639
10Hariwangsawarman639-640
11Nagajayawarman640-666
12Linggawarman666-669
Sumber: Wikipedia

Site search

    Most Viewed

    DOKUMENTASI KEGIATAN

     photo IMG_8281_zpsca62fcf1.jpg" />  photo IMG_8219_zpsebc861ab.jpg" />  photo IMG_8248_zpse073901f.jpg" />  photo IMG_8263_zpsd9eb90a4.jpg" />  photo 10426799_638337532916182_5484792308582205800_n_zpsd9523f98.jpg" />  photo 10250227_10201013365215141_25735085492743884_n_zpsdfa1fefb.jpg" />  photo IMG_8279_zpsc0205111.jpg /> SMK Kesehatan Amanah Husada photo 10704054_1469055396703500_1956008096557276855_n_zps82573051.jpg" /> SMK Kesehatan Amanah Husada photo 1238997_642449862443561_751164459_n_zpsed5e0c85.jpg" /> SMK Kesehatan Amanah Husada photo 1604467_687213998028535_2136344001565546235_n_zps0ba8e53f.jpg" /> SMK Kesehatan Amanah Husada photo 149369_4678974710543_8926531714751967799_n_zpsf3b4b4af.jpg" /> SMK Kesehatan Amanah Husada photo 406335_371629429571895_1425540720_n_zpse6d15991.jpg" />  photo n2_zpscedf3029.jpg" />  photo n5_zps1b0e9a07.jpg" />  photo n1_zps960b4fdc.jpg" />  photo n3_zps061a6914.jpg" />  photo IMG_20141023_125152_zpsb878e4e1.jpg" />  photo 10414453_683892545027347_2363782841499240901_n_zpse3464e22.jpg" />  photo 10428472_687573184659283_7049797716140929296_n_zps75943aa2.jpg" />  photo don_zps66b4107b.jpg" />  photo P7170216_zpse9692883.jpg" />  photo 10464410_681561381927130_2197933600461464585_n_zps54f35868.jpg" />  photo P7150049_zps58e3c6fe.jpg" />  photo P6060350_zpscd497909.jpg" />  photo P6060335_zps2d708974.jpg" />  photo P6060341_zps2c9c905e.jpg" />  photo P7150014_zps90142b08.jpg" />  photo DSCF0450_zpsc9ec1034.jpg" />  photo IMG_20130824_150750_zpse020e332.jpg" />  photo IMG_20130828_203034_zpsadc1d158.jpg" />  photo IMG01353-20140422-1125_zpsa955ad90.jpg" />  photo IMG00728-20140211-1605_zpscae8815a.jpg" />  photo IMG_20130910_175053_zpscf9c48b4.jpg" />  photo 2013-01-15123303_zps3adfe997.jpg" />  photo 2013-03-01085225_zps5ac161c9.jpg" />  photo DSCF0353_zpsfbe29a8e.jpg" />  photo DSCF0255_zps70d3c28d.jpg" />  photo DSCF0269_zps055895ad.jpg" />  photo 2014-01-22082033_zps90b12f87.jpg" />  photo 11022013005_zpsd80de2b8.jpg" />  photo 2014-01-22080110_zps34041af3.jpg" />  photo 2013-01-15123345_zps9e91d17e.jpg" />  photo 2012-12-21102606_zpsaa8084fc.jpg" />  photo SAM_2876_zpsed3aa4d8.jpg" />  photo P9220122_zps3af158c5.jpg" />  photo 1340_3208jpg_zpsc2793d18.jpeg" />  photo P9220151_zpsb15d6ced.jpg" />  photo P9220090_zps5cc21a6e.jpg" />  photo P9220165_zps9da83193.jpg" />  photo 10426799_638337532916182_5484792308582205800_n_zpsd9523f98.jpg" />  photo 10403643_1502944033274446_6026779843732864812_n_zps3c77f181.jpg" />  photo 1779152_587226691360600_890922827_n_zps9255127d.jpg" />  photo 10450837_690954300987838_4186451458288298117_n_zpsa3a63ea7.jpg" />  photo 10418185_694590487290886_1441304336599827765_n_zpscfb8aaa3.jpg" />  photo 10250227_10201013365215141_25735085492743884_n_zpsdfa1fefb.jpg" />  photo bung-karno_zps00713e8d.jpg" />  photo 10414638_685117991571469_5434067804690704569_n_zps364535e4.jpg" />  photo 10359410_681145978635337_5569345339855338703_n_zps9cbedcc9.jpg" />  photo 10414453_683892545027347_2363782841499240901_n_zps9c1f275d.jpg" />  photo 1932369_681145281968740_7614338468394882381_n_zpsf0844def.jpg" />  photo 1908406_685117951571473_7726508496526289822_n_zpsf9c23771.jpg" />  photo 1662320_685118541571414_9111852935514563041_n1_zpsfa142139.jpg" />  photo 1654126_278445662339719_6494091209504694529_n_zps3ac1428c.jpg" />  photo 10644902_1525425821026267_7138398122127649244_n_zps2572621c.jpg" />  photo 10620699_278446075673011_8656118012458259951_n_zps4839c9c5.jpg" />  photo 10701934_294335114084107_6528506109308040591_n_zps441a39dd.jpg" />  photo 10628302_685117954904806_4650668956319010499_n_zpscceecf59.jpg" />  photo 10620612_681562128593722_866124745239978693_n_zps1ae554b8.jpg" />  photo 10629710_278445789006373_7219651293568506483_n_zps414a1021.jpg" />  photo 10556350_685118554904746_6448014567270293638_n_zps7f178ef2.jpg" />  photo 10593122_681145301968738_1993795391353480064_n_zps4f1de6f6.jpg" />  photo P9220043_zps50f83a08.jpg" />  photo 10428472_687573184659283_7049797716140929296_n_zpse0b602b4.jpg" />  photo IMG_20141110_074537_zpse7fe76b0.jpg" />  photo IMG_20141110_075151_zpsa6f01568.jpg" />

    ALAMAT

    SMK KESEHATAN AMANAH HUSADA BANTUL
    Jl. Ngipik Raya No. 493 Karang Turi Baturetno Banguntapan Bantul Yogyakarta

    SMK KESEHATAN AMANAH HUSADA PEMALANG
    Jl. Pemuda No. 95 Pemalang Jawa Tengah